Aromaterapi bisa membantu ibu hamil mengoptimalkan kondisi
agar kehamilan sehat dan persalinan lancar.
Prinsip revitalisasi Aromaterapi adalah metode pengobatan
untuk merevitalisasi (menggiatkan kembali) dan meregulasi (mengatur) kinerja
organ-organ tubuh dengan menggunakan minyak esensial (sari pati) dari
tumbuh-tumbuhan beraroma. Manfaatnya, antara lain melancarkan sirkulasi darah,
meringankan beberapa keluhan yang kerap timbul selama hamil dan membantu
melancarkan proses persalinan.
Sebelum melalukan aromaterapi, sebaiknya Anda perhatikan
beberapa hal pemakaian minyak esensial :
1. Pilih
yang sudah diencerkan
2. Pemakaian
yang berlebihan saat hamil bisa menyebabkan mual, muntah dan pusing. Selain
itu, dosis yang tidak tepat dapat mengganggu kerja ginjal dan hati
3. Agar
hasil maksimal, konsultasikan dulu ke ahlinya, sebab reaksi tiap orang terhadap
pemakaian aromaterapi tidak selalu sama
• Minyak
cendana, lemon, jahe, ketumbar
Manfaat : Mengatasi morning sickness
Pemakaian : Teteskan ke tisu, lalu hirup
• Minyak
lemon, kemenyan
Manfaat : Mencegah varises
Pemakaian : Oleskan di kaki dan betis, bagian yang kerap
muncul varises
• Minyak
jeruk orange, wortel, kemenyan
Manfaat : Mengurangi risiko stretchmark
Pemakaian : Oleskan di kulit perut
• Minyak
jahe, kayu putih, lada hitam
Manfaat : Mengatasi nyeri, mengurangi ketegangan dan kejang
otot, melancarkan sirkulasi darah
Pemakaian : Oleskan minyak yang sudah diencerkan ke betis,
sambil dipijat lembut
• Minyak
lavender, geranium
Manfaat : Mengatasi kram di kaki, melancarkan sirkulasi dan
pernafasan, dapat menginduksi persalinan.
Pemakaian : Oleskan di pergelangan dan telapak kaki dengan
sedikit di pijat. Kemudian teteskan ke tisu lalu hirup.
• Minyak
jojoba
Manfaat : Melembutkan daerah seputar vagina agar lebih lentur
sehingga tidak perlu digunting saat persalinan.
Pemakaian : Oleskan di pergelangan dan telapak kaki dengan
sedikit di pijat.
SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar