Jika anda adalah wanita modern yang mengetahui tentang
berbagai macam perkembangan informasi, maka mungkin Anda juga sudah mengetahui
tentang penyakit yang berhubungan dengan kesehatan dan makanan yaitu bulimia.
Bulimia dan anoreksia menjadi satu rumpun penyakit yang
akhir-akhir ini semakin banyak muncul. Kasus bulimia seringkali memang menimpa
para wanita di Amerika, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada
wanita di belahan bumi lain, misalnya Indonesia.
Efek bulimia yang paling bisa dilihat adalah perubahan
bentuk tubuh yang menjadi semakin kurus. Kondisi kesehatan ini memiliki dampak
buruk untuk kesehatan penderitanya, dan akan semakin buruk jika ia sedang
hamil. Jika seorang wanita bulimiahamil, maka akan ada pengaruh terhadap janin di dalam kandungannya, beberapa di
antaranya adalah keguguran, tekanan darah tinggi, berat badan bayi sangat
rendah, cacat lahir hingga bayi tidak hidup ketika dilahirkan.
Orang dengan bulimia cenderung akan memuntahkan makanannya
kembali sesaat setelah makanan itu masuk ke perut. Hal ini sama saja dengan
tidak makan, karena tidak ada asupan nutrisi yang masuk ke tubuh dan tidak ada
makanan yang diproses sehingga bisa menyalurkan sari makanan ke janin. Jika hal
ini terus-menerus dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan janin tidak akan
bisa berkembang dengan baik dan mengalami gangguan.
Gangguan kesehatan tersebut bisa berupa cacat, fisik maupun
mental hingga lahir tidak bernyawa. Namun seringkali sebelum bisa dilahirkan,
janin sudah tidak dapat ditolong karena si ibu kemungkinan besar mengalami
depresi karena gangguan makan yang dideritanya ditambah dengan kabar bahwa dia
hamil. Keadaan hamil sendiri akan membuka kemungkinan bahwa banyak hormon yang
bergejolak dan mengacaukan pola makannya.
Jadi, wanita dengan bulimia sebaiknya tidak hamil dulu
sebelum gangguan makan yang dideritanya bisa disembuhkan secara total dan ia
mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar